Jumat, 07 Desember 2012
Broken
Keira terus berlari. Tak peduli luka kecil di kaki kirinya yang berdarah. Luka akibat terjatuh ketika tergesa-gesa menuruni tangga. Perihnya tak sebanding dengan perasaan yang meledak-ledak di di hatinya.
Tak akan pernah bisa sebanding.
“Hati-hati, Kei!” pesan Naomi panik ketika Keira menabraknya. Buah-buah apel yang baru saja dibelinya di minimarket seberang jalan berhamburan di lantai.
“Maafkan aku!” seru Keira terus berlari. Dia tak berhenti untuk membantu Naomi yang bermuka masam karena membereskan kekacauan yang dibuatnya. Sebenarnya dia ingin tapi tak ada waktu.
Rabu, 05 Desember 2012
Aku tak bisa bilang
Fla meletakkan cangkir putih berisi kopi di depan Tegar. Suara cangkir beradu dengan permukaan meja yang berlapis kaca membuat lelaki itu mengangkat kepalanya sedikit lalu tersenyum sekilas. Jari-jarinya kembali menari di atas keyboard. Membanjiri halaman putih ke sekian dengan kombinasi huruf yang membuat Fla mengalihkan pandangannya.
Dia tak mengerti benar apa yang tertulis di sana. Ada banyak istilah asing yang membuatnya harus membuka kamus atau mencerca Tegar dengan banyak pertanyaan.
Selasa, 04 Desember 2012
[Samurangau] Semalam di Samurangau
Rumah dinas tempat saya menginap
Romance in the Rain
Hujan yang mendadak turun membuat lelaki itu menepikan motornya di pinggir jalan. Perempuan berkemeja jingga yang bersamanya, sibuk menutupi kepalanya dengan map plastik di tangan kanannya. Setengah merutuk menghindari hujan, berteduh di depan toko bangunan yang pintunya sudah tertutup rapat.
So Soon
Galaksi
berdiri di tengah ruangan yang sengaja dibiarkan tanpa penerang. Supaya
dia bisa menyembunyikan tangisan yang meleleh di kedua belah pipinya.
“Jadi laki-laki harus kuat!” Kalimat yang diingatnya itu justru membuat
kedua kakinya kehilangan tenaga. Luruh ke lantai dengan isak yang tak
tidak lagi malu-malu disimpannya hingga membuat dadanya seakan mau
meledak.
Sabtu, 01 Desember 2012
Kepayang
I. Segurat retak di tembikar hati
Saat aromamu melepas sunyi
Tanpa menggumankan sepatah kata
Kau ikatkan simpul takdir
Pada detik aku mencoba menipu
Menghindari gemuruh dadaku penuh namamu
II. Kenapa detik tak pernah bilang
Kapan munculnya senang
Kapan datangnya sayang
: Tiba-tiba aku mabuk kepayang
The angel named Dhanny
Dia datang kembali
Lelaki berbaju putih, yang selalu menatapku tanpa suara. Tatapan teduh matanya seolah bisa menenangkan riak gelombang dalam hidupku.
Langganan:
Postingan (Atom)






