Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 Desember 2012
Ing...
Ing...
: padamu aku mengadu
musim beralih lagi, seperti hatimu yang tak pernah menetap
langit perak membawa kabar tak sedap
menumpahkan secawan resah di setiap bulirnya yang jatuh menjejaki bumi
Sabtu, 01 Desember 2012
Kepayang
I. Segurat retak di tembikar hati
Saat aromamu melepas sunyi
Tanpa menggumankan sepatah kata
Kau ikatkan simpul takdir
Pada detik aku mencoba menipu
Menghindari gemuruh dadaku penuh namamu
II. Kenapa detik tak pernah bilang
Kapan munculnya senang
Kapan datangnya sayang
: Tiba-tiba aku mabuk kepayang
Minggu, 18 November 2012
[poem] maafkan aku, Gaza
di titik yang entah, aku merasa mati
peka rasa yang seharusnya semakin melangit,
justru berhamburan bagai pecahan kaca
aku benci menjadi diam
tapi gemuruhku pun tak selamatkan satu pun dari engkau,
yang kunamai saudara setubuh
aku sibuk merapalkan permohonan
banyak sekali permohonan
sebab hanya itu yang kutahu
yang bisa membebaskan jiwamu
jika suatu hari kau menuntutku
aku tak akan membela diri
sebab aku tahu aku pengecut
lagi tak berilmu
aku hanya bisa mengutuk
rutukan yang entah apakah sanggup membunuh
aku hanya bisa mencaci
cacian yang entah apakah bisa mendepak mundur peluru
yah!
aku... memang tak berguna!!!
aku tahu itu
Langganan:
Postingan (Atom)


